BAHASA SEBAGAI CERMIN KEBUDAYAAN

Rina Devianty

Abstract


Abstract

Languange is one of the characters which is unique and humane to differentiate between human being and other creatures. Language as a system of communication is a part from cultural system, moreover language is the main feature of culture. Language is also mixed up with all the apect of culture. Human culture is impossible to happen without language because language is a main factor which will determine to form the culture. So many functions of the languange toward the culture, such as means of cultural development, cultural development path, and means of cultural inventory. Therefore, languange can not be separated fromthe cultural life of human beings because languange and culture have a causal relationship of reciprocity. Languange is a result of human culture, while many human cultures also influenced by the languange. More importanly, human culture would not be possible without languange is a factor which allows the formation of culture. So languange is a reflection of the culture in a society.

 

Key notes: languange, culture, communication

 

Abstrak

Bahasa merupakan salah satu ciri yang paling khas dan manusiawi untuk membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Bahasa sebagai suatu sistem komunikasi adalah suatu bagian dari sistem kebudayaan, bahkan merupakan bagian inti kebudayaan. Bahasa juga terlibat dalam semua aspek kebudayaan. Kebudayaan manusia tidak akan mungkin terjadi tanpa bahasa karena bahasa merupakan faktor utama yang menentukan terbentuknya kebudayaan. Begitu banyak fungsi bahasa terhadap kebudayaan, seperti sebagai sarana pengembangan kebudayaan, sarana pembinaan kebudayaan, jalur pembinaan kebudayaan, dan sarana inventarisasi kebudayaan. Oleh karena itu, bahasa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan budaya manusia karena antara bahasa dan budaya memiliki hubungan kausalitas atau hubungan timbal-balik. Bahasa merupakan salah satu hasil budaya manusia, sedangkan budaya manusia banyak pula dipengaruhi oleh bahasa. Lebih penting dari itu, kebudayaan manusia tidak akan dapat terjadi tanpa bahasa karena bahasalah faktor yang memungkinkan terbentuknya kebudayaan. Jadi, bahasa merupakan cerminan kebudayaan suatu masyarakat.

 

Kata kunci: bahasa, kebudayaan, komunikasi

Full Text:

PDF

References


Alwasilah, A. Chaedar. 1990. Sosilogi Bahasa. Bandung: Angkasa.

Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rinekta Cipta.

http://jayus-simeulu.blogspot.co.id/2014/11/makalah-bahasa-dan-kebudayaan.html

https://lidahtinta.wordpress.com/2009/05/30/antara-bahasa-dan-budaya/

Keraf, Gorys. 1991. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kroeber, A.L dan C. Kluckhon.1952. Culture. Random House: New York.

Lebra, T.S. 1976. Japanese Patterns of Behaviour. Honolulu: University of Hawai Press.

Lindgren, H.C. 1973. An Introduction to Social Psychology. Wiley & Son: New York.

Nababan, P.W.J. 1991. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ritonga, Parlaungan dkk. 2012. Bahasa Indonesia Praktis. Medan: Bartong Jaya.

Siregar, Ahmad Samin. 1994. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sumarsono. 2010. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda.

Sumarsono dan Paina Partana. 2002. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda dan Pustaka Belajar.

Syamsuddin, A.R. 1986. Sanggar Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka

Tarigan, Henry Guntur. 1989. Pengajaran Kompetensi Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaaan dan Pengembangan Bahasa. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Jakarta: Balai Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/tar.v24i2.167

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

ARCHIVES

Silakan pilih menu ARCHIVES untuk melihat jurnal edisi lainnya

Jurnal Tarbiyah indexed by: