Perbandingan Kebijakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: Dampak terhadap Kualitas Pendidikan

Selamat Pohan, Melandamayanti Melandamayanti, Ishak Kamaruz Zaman, Wajihan Nihaya

Abstract


mengatasi learning loss serta meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di tengah tuntutan abad ke-21. Mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap literatur sekunder (buku, jurnal, kebijakan Kemendikbudristek), kajian mengeksplorasi struktur, tujuan, metode pembelajaran, penilaian, serta dampak pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil menunjukkan K13 efektif membangun fondasi kompetensi nasional via KI-KD dan pendekatan saintifik, dengan peningkatan literasi, meski terhambat rigiditas RPP, kepadatan materi, dan penurunan retensi kognitif pasca-pandemi. Sebaliknya, Kumer superior melalui desentralisasi Capaian Pembelajaran (CP) berbasis fase, Projek P5, dan PBL, mencapai lonjakan partisipasi literasi-numerasi, empati, serta keterampilan motoric, selaras Profil Pelajar Pancasila dan Masyarakat 5.0. Kelebihan Kumer mencakup fleksibilitas kontekstual dan penilaian autentik, sementara kekurangannya adalah ketergantungan SDM, disparitas regional, dan subjektivitas deskriptif.


Full Text:

PDF

References


Penelitian ini membandingkan kebijakan Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka (Kumer) dalam mengatasi learning loss serta meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di tengah tuntutan abad ke-21. Mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis isi terhadap literatur sekunder (buku, jurnal, kebijakan Kemendikbudristek), kajian mengeksplorasi struktur, tujuan, metode pembelajaran, penilaian, serta dampak pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil menunjukkan K13 efektif membangun fondasi kompetensi nasional via KI-KD dan pendekatan saintifik, dengan peningkatan literasi, meski terhambat rigiditas RPP, kepadatan materi, dan penurunan retensi kognitif pasca-pandemi. Sebaliknya, Kumer superior melalui desentralisasi Capaian Pembelajaran (CP) berbasis fase, Projek P5, dan PBL, mencapai lonjakan partisipasi literasi-numerasi, empati, serta keterampilan motoric, selaras Profil Pelajar Pancasila dan Masyarakat 5.0. Kelebihan Kumer mencakup fleksibilitas kontekstual dan penilaian autentik, sementara kekurangannya adalah ketergantungan SDM, disparitas regional, dan subjektivitas deskriptif.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/lokakarya.v5i1.5362

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING

  

 

Creative Commons License


Lokakarya by UIN Sumatera Utara Medan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/lokakarya/.