Analisis Kasus Kecerdasan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini yang Mengalami Stunting di Desa Baru

Syahruddin Damanik, Ernawaty Ernawaty, Auna Zahara, Irma Handayani

Abstract


Tingginya angka kemiskinan di desa baru, rendahnya kesadaran ibu terkait ASI ekslusif serta rendahnya pengetahuan ibu terkait gizi dan kesehatan anaknya, serta kurangnya interaksi anak terhadap lingkungan sekitar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kecerdasan sosial emosional pada usia dini di Desa Baru Kec. Pancur Batu, untuk mengetahui berapa jumlah anak yang mengalami stunting menurut rentang usia, jenis kelamin, dan status gizi pada anak di Desa Baru Kec. Pancur Batu dan untuk mengetahui kecerdasan sosial emosional pada anak usia dini yang mengalami stunting di Desa Baru Kec. Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek penelitiannya adalah seluruh anak usia dini di Desa Baru Kec. Pancur Batu dan Objek Penelitiannya 7 orang anak yang sedang mengalami stunting. Pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data diperiksa secara kualitatif dengan menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kurang aktifnya pola asuh orang tua dalam memperhatikan perasaan dan emosi anak. Berdasarkan gander anak yang mengalami stunting dengan berjenis kelamin perempuan sebanyak 4 orang dan berjennis kelaammin laki-laki sebanyak 3 orang. Kecerdasan sosial emosional pada anak yang mengalami stunting sangat terbelakang dikarenakan faktor ekonomi yang tidak tercukupi untuk memenuhi gizi anak sehingga TB/BB tidak sesuai.

Kata Kunci : Kecerdasan Sosial Emosional, Anak Usia Dini, Stunting.

 

Abstrac

            The high poverty rate in the new village, low maternal awareness regarding exclusive breastfeeding and low maternal knowledge regarding nutrition and health of their children, as well as the lack of interaction of children with the surrounding environment. This study aims to determine how social emotional intelligence is at an early age in Baru Village, Pancur Batu District, to find out how many children experience stunting according to age range, gender, and nutritional status in children in Baru Village, Pancur Batu District and to determine social emotional intelligence in early childhood who experience stunting in Baru Village, Pancur Batu District. This study uses qualitative research with a case study approach. The research subjects are all early childhood in Baru Village, Pancur Batu District and the research objects are 7 children who are experiencing stunting. Data collection with documentation, interviews, and observations. Data are examined qualitatively using data reduction methods, data presentation and conclusions are drawn. The results of this study indicate a lack of active parenting patterns in paying attention to children's feelings and emotions. Based on the gender of children who experience stunting, there are 4 females and 3 males. Social emotional intelligence in children who experience stunting is very underdeveloped due to economic factors that are not sufficient to meet the child's nutritional needs so that the height/weight is not appropriate.


Full Text:

PDF

References


Aida, A. (2018). Stunting Mengancam Bonus Demografi. kota Semarang: Buletin APBN.

Amaranggani. (2018). hubungan antara stunting dengan perkembngan sosial emosional. yogyakarta: skripsi.

Barker, D. M. (1995). Fetl nutrition and cardiovascular disease in adult life . lANCET 341 , 938-941.

Begin, B. (2017). Metode Penelitian sosial.

Blosner, M. B. (2005). Maternal and child undernutrition global and regional exposures and health conseuences. London, England: Lancet.

Braveman, p. (2011). Accumulating Knowledge on the Social Determinats of Health and infectious Disease. Public Health Reports , 28-30.

Brevman, P. &. (suplemen 2). Social determinants of health inequalities. Public Health Report, , 20-31.

Burhan, B. (2017). Metode Penelitian Sosial Cet ke-9. Surabaya: Airlangga.

Cobayashi, F. A. (2013). Factors associated with stunting and overweight in Amazonian children: a population based, cross- sectional study. Public Health Natur , 1-10.

Delpeuch, F. T.-P. (2000). Economic crisis and malnutrition:socioeconomic determinants of antthropomettric status od preschool dhildren nd their mothers inn an African urban area. Public Health Nutrition 3(1) , 39-47.

Emamian, M. F. (2013). Mothe's education is the most important fctor in socio-economic inequality of child stunting in irn. Public Health Nutr.17 , 1-6.

Ergerter. (2009). Education Matters for Helth. Education and Health September.

Gibson, R. (2005). Prinsiples of Nutritional Assesment.

Gunawan, I. (2022, Maret 26). Ma'ruf Amin. Dipetik Maret 1, 2023, dari Bisnis.Com: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwim0bLZqLv9AhV6SmwGHdt5CLgQFnoECA8QAQ&url=https%3A%2F%2Fkabar24.bisnis.com%2Fread%2F20230223%2F15%2F1631261%2Fwapres-maruf-amin-angka-stunting-sulawesi-barat-jadi-peha

H, & Helmawati. (2015). Mengenal dan Memahami PAUD. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

Hardisman, U. A. (2019, januari 22). empat dampak stunting bagi anak dan negara indonesia. Dipetik maret 2, 2023, dari onversation: https://theconversation.com/empat-dampak-stunting-bagi-anak-dan-negara-indonesia-110104

Hien, N. &. (2009). Determinants of Malnutrition in Children under ThreeYears of Age in Nghean, Vietnam. Prev Med Public Health , 232-240.

Hurlock, E. B. (1993). Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi kelima). jakarta: Erlangga.

Ibnu al- Tabany, T. (2011). Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Jakarta: Prenadamedia Group.

Imron. (2018). aspek Spritualitas Dalam Kerja. Magelang: UNIMMA press.

Khadijah. (2016). Pendidikan PraSekolah. Medan: Perdana Publishing.

Khongsdier, R. (2016). Malnutrition, social ineuality and atural selection human population. Malnutr on human pop , 49-60.

Lim, S. v.-C. (2012). A comprative risk assesment of burden of disease and injury attributable to 67 risk factors and risk factor clusters in 21 regions,. A systematic nalysis for the the Global Burden of Disease study. Lancet 380 , 2224-2260.

Mackenbach, J. C. (t.thn.). Socioeconomic ineulities in cardiovascular disease mortality; an international study. Eur Hert j. , 41-51.

Mansur. (2011). Pendidikan Islam Anak Usia dini dalam islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Marmot, M. (2007). Achieving health equity from root causes to fair outcomes. public health , 53-63.

Maulidya Ulfah, S. (2017). KONSEP DASAR PAUD. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA.

McGinnis, J. W.-R. (2002). The case of more active policy attention to health promotion. Health Aff , 1-9.

Mesiono, N. D. (2016). Pendidikan Anak usia dini. Medan: Perdana Publishing.

Monteiro, C. B. (2010). Narrowing socioeconomic inequality in child stunting the Brazilian excperience. Brazil: World health Organ.

MURSID, M. (2015). Belajar dan Paud. Bandung: REMAJA ROSDAKARYA.

Mustaq, M. G. (t.thn.). Prevlence and socio demogrphihic correlates of stunting and thinness amongPakistani primary school children. BMC Public Health. , 2011.

Nirva, D. M. (2016). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing.

Nurjanah. (2017). MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI KETELADANAN. jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam , 14.

Rasyid, H. (2009). Assesmen Perkembangan anak ussubjek dibi. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Rees., G. G. (2010). Developing an index of Children's Subjective Well- being in England. Indonesia.

Reskesdes. (2013, februari 09). Penyajian pokok-pokok hasil riset kesehatan Dasar2013. Dipetik februari Malanuza, 2019, dari Reskedes: https:/.www.kemkes.go.id

RI, K. K. (2016). Profil Kesehatan Indonesia. jakarta.

Sana, E., & Marsianus Meka, E. S. (2021). HUBUNGAN ANTARA STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USI 4-6 TAHUN DI KABUPATEN NGADA. Jurnal citra Pendidikan , 171-179.

Siswati, T. (2018). STUNTING. jakarta: Husada Mandiri.

Specker, B. (2004). Nutrition Influences bone development from infancy through toddler years. j, Nutr , 691S-695S.

Sugiyono. (2014). Metode Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi . Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Taulbut, M. W. (2013). Poverty, Parenting and poor Health:.

Undang- Undang Dasar Nomor 20. (2011). Tentang Pendidikan Nasional . Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Unicef. (2013). The achievable imperative for global progress.,. UNICEF: Division of CommunICATION.

UNICEF. (1989). The state word of chidren. unicef.

Vollmer, S. H. (2014). Association between econimic growth and early childhood undernutrition. Lancet Glob Heal , 225-234.

WHO. Commission on Social Determinnts of Health,. 2005-2008: of totl expenditure on health.

WHO. (2014, februari 14). Global Nutrition Targets 2025 Stunting Policy Brief. Diambil kembali dari http://apps.who.int/WHO_NMH_NHD_14.3_eng.pdf

WHO. (2005). WHO Anthro (Version 3.3.3, Januari 2011). http://www.who.int/.

Zakawali, G. (2023, februari 02). ini indikator. Dipetik februari kamis, 2, dari orami: https://www.orami.co.id/magazine/indikator-stunting




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/raudhah.v13i2.4860

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.