Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Asal-Usul Kesenian Reog Ponorogo

Fariz Zidna Abdillah

Abstract


Kesenian Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai historis dan religius yang kuat. Dalam perkembangannya, Reog Ponorogo tidak terlepas dari proses akulturasi antara Islam dan budaya lokal Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk akulturasi Islam dalam asal usul kesenian Reog Ponorogo serta makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis dan antropologis, melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan pelaku seni serta tokoh budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur Islam dalam Reog Ponorogo tercermin dalam nilai moral, simbolisme tokoh, serta penafsiran filosofis terhadap elemen pertunjukan, tanpa menghilangkan identitas budaya lokal yang telah ada sebelumnya. Akulturasi tersebut berlangsung secara adaptif dan damai, sehingga kesenian Reog tetap diterima oleh masyarakat sebagai media ekspresi budaya sekaligus sarana dakwah kultural. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian budaya dan sejarah Islam di Indonesia, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya akulturasi dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal.


Full Text:

PDF

References


Arianti, W. F. (2021). Kajian nilai dan makna kearifan lokal Reog Ponorogo dan relevansinya terhadap pembentukan karakter bangsa. PENSA, 3(3), 371–377.

Bekti, B. G. K. (2022). Tradisi Reog Ponorogo Sebagai Budaya Penguat Jati Diri Bangsa. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 75–82.

Muasmara, R., & Ajmain, N. (2020). Akulturasi islam dan budaya nusantara. Tanjak: journal of education and teaching, 1(2), 111–125.

Pertiwi, N. D., & Sudrajat, A. (2022). Nilai Karakter Budaya Seni Reog Ponorogo pada Kegiatan Ektrakurikuler di Sekolah. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(1), 191–196.

Pratama, A. P. (2024). Kearifan Lokal dalam Reyog Ponorogo untuk Memperkuat Kerukunan Umat Beragama: The Local Wisdom in Reyog Ponorogo to Strengthen the Harmony of the Religious Communities. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 19(1), 53–72.

Widyastuti, D. (2013). Makna Ritual Dalam Pementasan Seni Tradisi Reog Ponorogo (Studi Kasus Di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo). https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/34467

Yurisma, D. Y., & Bahruddin, M. (2020). Pemaknaan Simbol Reog Ponorogo Dalam Tradisi Jawa: Sebuah Kajian Kritis. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 6(01), 101–116.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING

 

 

Creative Commons License

 

Jurnal Tarbiyah by UIN Sumatera Utara Medan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/jurnaltips.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/jurnaltips/about/submissions#copyrightNotice.


Sekretariat: Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371