Hegemoni Perlindungan Perempuan Pada Wacana Kebijakan Gerbong Khusus Wanita di KRL: Analisis Wacana Kritis Terhadap Pernyataan Menteri PPPA
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hegemoni wacana gender dan kontestasi ruang publik pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi terhadap wacana kebijakan gerbong khusus Wanita di KRL yaitu usulan penempatan gerbong tengah khusus untuk perempuan. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis teori Norman Fairclogh dengan pendekatan kualitatif yang menganalisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data primer berupa transkrip pernyataan Menteri PPPA pada media daring nasional dan respon warganet di media sosial. Hasil penelitiannya adalah wacana perlindungan negara terahadap perempuan karena dinilai sebagai kelompok rentan dan membutuhkan gerbong khusus. Media masa dan pemerintah membangun dominan tentang perlindungan dan kenyamanan bagi kelompok perempuan. Media sosial menanggapi dengan tandingan yaitu mengkritisi segregasi gender dan menunjukkan kehadiran negara yang tidak memberikan keadilan keamanan secara menyeluruh. Pemisahan ruang sosial pada penempatan gerbong Wanita menunjukan kontestasi antara ideologi kesetaraan gender dengan perlindungan Perempuan. Media digital dan bahasa berkontribusi terhadap konstruksi sosial berkaitan dengan Perempuan, keamanan, dan keadilan keamanan pada ruang publik. Kontribusi penelitian ini Adalah penmgembangan kajian komunikasi, analisisi wacana kritis, gender dalam memahami relasi kuasa dan keadilan keamanan pada ruang umum.
Full Text:
PDF (Indonesian)References
V. Gathari and A. Bintari, “Analisis Kesenjangan Gender Dalam Penyelenggaraan Jalur Pejalan Kaki Di Kota Bandung TAHUN 2024,” vol. 8, no. 4, pp. 2370–2380, 2025.
U. Ben Laden, “Kajian Persepsi Penumpang Wanita Terhadap Kebutuhan Kereta Khusus Wanita ( Studi Kasus Commuter Line Yogyakarta ),” vol. 25, no. 3, pp. 215–224, 2025.
E. Kebijakan, R. Gender, D. Penyediaan, G. Khusus, W. Pada, and C. Line, “Jurnal kebijakan pemerintahan,” vol. 8, no. 2, pp. 66–78, 2025.
A. L. Hamidi, A. Sekarinasih, and H. P. Waseso, “Kebijakan pemisahan tempat duduk moda transportasi umum dalam perspektif gender ( Studi kasus pengguna bus Transjateng jalur Purwokerto-Purbalingga ),” vol. 18, no. 1, pp. 33–58, 2023, doi: 10.24090/yinyang.v18i1.
S. A. Fathilah, A. Fitrayani, and S. Bahtiar, “Konstruksi Realitas Sosial melalui Algoritma Media Digital dalam Perspektif Ilmu Sosial Modern Indonesia,” vol. 3, no. 4, pp. 174–182, 2025.
W. P. Sari et al., “Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Pada Pemberitaan Internasionalisasi Bahasa Indonesia Di Media Antaranews . com Bahasa Indonesia resmi ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam,” vol. 3, 2025, doi: 10.59638/isolek.v3i1.417.
D. P. S. Stefani Switly Peginusa1, Sylviana J Pelealu2, Arnetha S Raintung3, “Evaluasi Jalur Pedestrian Ramah Gender dengan Menggunakan Indikator Gender Impact Assestment ( GIA ),” vol. 5, no. 1, pp. 11–21, 2023.
A. G. Eka and W. Wuryanta, “Priming - Framing - Agenda Setting ?”.
K. Stephanie et al., “Analisis kenyamanan dan efektivitas fasilitas khusus perempuan pada angkutan publik,” vol. 24, no. 2, pp. 101–112.
J. Saliman et al., “Kajian manfaat gerbong khusus wanita di krl commuter line jabodetabek,” vol. 3, no. 4, pp. 989–1002, 2020.
P. Nur et al., “Ketimpangan Gender Terhadap Driver Ojek Online Perempuan ( Studi Kasus Pada Komunitas Grab Queen di Malang ) Gender Inequality Against Female Online Ojek Driver ( Case Study on Grab Queen Community in Malang City ),” vol. 4, no. 2, pp. 56–73, 2021.
H. Hajrah, J. Jufri, and Ambo Dalle, “Representasi Kekuasaan dalam Teks Pidato Presiden Joko Widodo: AWK Norman Fairclough,” J. Onoma Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, vol. 10, no. 3, pp. 2472–2483, 2024, doi: 10.30605/onoma.v10i3.3858.
S. Hasibuan, I. Rodliyah, S. Z. Thalhah, P. W. Ratnaningsih, and A. A. M. S. E, Media penelitian kualitatif, vol. 5, no. January. 2022. [Online]. Available: http://belajarpsikologi.com/metode-penelitian-kualitatif/
M. Jogiyanto Hartono, Metoda Pengumpulan dan Teknik Analisis Data. Penerbit Andi, 2018.
S. G. dan Khartini Kaluku and S. K. Wahyuddin S, Pengantar Teknik Penulisan Karya Ilmiah, vol. 1, no. April. 2023. [Online]. Available: https://www.google.co.id/books/edition/PENGANTAR_TEKNIK_PENULISAN_KARYA_ILMIAH/Nx7eEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
F. S. Pratiwi, “Peran Komunikasi Digital dalam Pembentukan Opini Publik : Studi Kasus Media Sosial,” pp. 293–315, 2024.
S. Strid and J. Hearn, “Violence and Patriarchy,” L. R. B. T.-E. of V. Kurtz Peace, & Conflict (Third Edition), Ed. Oxford: Academic Press, 2022, pp. 319–327. doi: https://doi.org/10.1016/B978-0-12-820195-4.00108-4.
E. T. Rusmiati, F. Angellia, and R. E. Hamzah, “Echo Chamber dan Eksklusivisme Beragama di Ruang Digital,” no. 204, pp. 266–276, 2025, doi: 10.32509/wacana.v24i1.4541.
R. Rahmatulloh, A. K. Wardana, and M. Sobahri, “Etika Berkomunikasi di Media Sosial : Perspektif Generasi Z,” no. 2023, 2024.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




