PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS, BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN KETERAMPILAN BERTANYA PADA MATERI SISTEM PERNAFASAN DI SMA NEGERI 5 LANGSA

Rahmat Surya

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan multi media terhadap: (1) Keterampilan proses sains pada materi sistem pernapasan di SMA Negeri 5 Langsa; (2) berpikir tingkat tinggi pada materi sistem pernapasan di SMA Negeri 5 Langsa; (3) keterampilan bertanya pada materi sistem pernapasan di SMA Negeri 5 Langsa. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan sampel sebanyak tiga kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas XI MIA 1 menggunakan model discovery learning; Kelas XI MIA 2 menggunakan model discovery learning berbantuan multimedia dan; kelas XI MIA 3 menggunakan model direct interaction. Instrumen penelitian menggunakan soal uraian untuk menguji keterampilan proses sains, berpikir tingkat tinggi dan lembar observasi untuk melihat keterampilan bertanya siswa. Teknik analisa data menggunakan uji ANACOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey's pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan SPSS21,0. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan model discovery learning berbantuan multimedia terhadap keterampilan proses sains (92,057±5,585), discovery learning (81,458±11,647), dan direct interaction (73,417±13,682) dengan nilai F=24,080, p=0,000; Adanya pengaruh signifikan model discovery learning berbantuan multimedia terhadap berpikir tingkat tinggi (87,499±10,03), discovery learning (79,703±10,79), dan direct interaction (73,897±13,38) dengan nilai F=11,485, p=0,000; (3) terdapat pengaruh yang signifikan keterampilan bertanya dengan model pembelajaran discovery learning berbantuan multimedia dimana siswa yang bertanya lebih banyak dibandingkan dengan model discovery learning dan direct interaction. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning berbantuan multimedia nilai keterampilan proses sains, berpikir tingkat tinggi dan keterampilan bertanya lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran model discovery learning dan direct interaction.
Kata Kunci : Berbantuan Multimedia, Keterampilan Bertanya, Keterampilan Proses Sains, Berpikir Tingkat Tinggi, Model Discovery Learning

Keywords


Learning Model; Learning Media; Learning Assessment

Full Text:

pdf

References


Arends, R. I. (2001). Exploring Teaching: An Introduction to Education. New York: McGraw-Hill.

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach Ninth Edition. New York: McGraw- Hill.

Arikunto, S. (2003). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dahar, R. W. (2011). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2003). Pendidikan Kontekstual Teaching and Learning. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2006). Berbagai Pendekatan dan Model dalam Pembelajaran. Jakarta: Ditjen Dikdasmen, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Dimyanti. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Dwyer, Francis, & Lin, H. (2010). The Effect of Static and Animated Visualization: A Perspective of Instructional Effectiveness and Efficiency. Pennsylvania: The Pennsylvania State University.

Dwyer, Tim. (2010). Media Convergence: Issues in Cultural and Media Studies. McGraw Hill & Open University Press. London.

Dyers, J.H., et al. (2011). Innovators DNA: Mastering the Five Skilss of Disruptive Innovators. Harvard Business Review.

Febriani, H. (2013). Pengaruh Metode Discovery Learning dalam tatanan pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap hasil belajar biologi dan kecakapan sosial siswa SMP Swasta PGRI 2 Medan. Jurnal Pendidikan Biologi, 2(3), 116-124

Fisher, A. (2009). Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar (Ed Benyamin Hadinata), Jakarta: Erlangga.

Freeman, J. & Utami M. (2001), Cerdas dan Cemerlang. Jakarta: Gramedia.

Gronlund, Norman E, (1973), Preparing Criterion-Referenced Test for Classroom Instruction. New York: The Macmillan Publishing Company.

Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Heong, Y. M., Othman, W.D., Md Yunos, J., Kiong, T.T., Hassan, R., & Mohamad, M.M. (2011). The Level of Marzano Higher Order Thinking Skills Among Technical Education Students. International Journal of Social and Humanity, 1(2), 121-125.

Ismu, R, Pramudiyanti, Yolida, B. (2012). Pengaruh Penggunaan Media ICT Melalui Metode Discovery Terhadap Keterampilan Proses Sains,14 (2), 102-112.

Joice, B. & Weil, M. (1972). Conceptual Complexity Teaching Style and Models of Teaching. Columbia University.

Kawuwung, F. (2011). Profil Guru, Pemahaman Kooperatif NHT, dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi di SMP Kabupaten Minahasa Utara, Jurnal El-hayah, 1(4), 157-166.

Khairani, M., Sutisna., & Suyanto, S. (2019). Studi Meta-Analisis Pengaruh Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Jurnal Biolokus, Vol.2 (1) 158 – 166

DOI http://dx.doi.org/10.30821/biolokus.v2i1.442

King, F. J., Goodson, L., & Rohani, F. (2006). Higher Order Thinking Skills: Definition, Teaching Strategies, and Assesment. London: A publication of the Educational Services Program.

Krathwohl, D. R. (2002). A revision of Bloom’s Taxonomy: an overview- Theory Into Practice, College of Education. The Ohio State University Pohl.

Lubis, Jalilah. A., dan Harahap, Risnawati. (2018). Penerapan Pendekatan Keterampilan proses Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pembelajaran Biologi Siswa di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Jurnal Biolokus, Vol.1 (2) 101-108 . DOI http://dx.doi.org/10.30821/biolokus.v1i2.350

Sani, R. A. (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/biolokus.v3i1.671

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JURNAL BIOLOKUS

indexed by :