Analisis Kesiapan Konselor Muda dalam Mengintegrasikan Budaya Digital Pada Layanan Bimbingan dan Konseling

Muhammad Ikhwan Habibie, Asbi Asbi, Dika Madani, Khapi Yanti

Abstract


Perkembangan budaya digital yang semakin pesat membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan konselor muda dalam mengintegrasikan budaya digital pada layanan Bimbingan dan Konseling. Kesiapan tersebut mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan layanan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor muda pada umumnya telah memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan teknologi digital, namun masih terdapat keterbatasan dalam penerapan secara optimal pada layanan BK, terutama dalam hal etika digital, pemanfaatan platform konseling daring, serta pengelolaan informasi konseli secara aman. Selain itu, dukungan institusi dan pelatihan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan konselor muda.


Full Text:

PDF

References


Amria, A. D. K., Karneli, Y., & Hariko, R. (2023). Pentingnya kesiapan konselor dalam proses konseling. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 405–411.

Angelina, P. R. (2022). Pelatihan pengelolaan e-sistem BK berbasis web untuk peningkatan manajemen layanan bimbingan dan konseling. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(2), 1–10.

Anuar, A. B., Zainuri, M. I., & Topadda, A. (2025). Kesiapan konselor sekolah dalam menghadapi transformasi digital layanan konseling karir. Guideline: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Pendidikan, 10(1), 1–12.

Azizah, S. N., Maulidina, F. R., Ningrum, R. N. F., & Istaulinda, N. S. (2023). Analisis kesiapan mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling menjadi konselor atau guru BK. Jurnal Mediasi, 2(1), 1–10.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Fitri, N., Maftuhah, S., & Dasril, D. (2023). Tantangan dan peluang manajemen layanan bimbingan dan konseling di era digital. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(4), 635–644.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. John Wiley & Sons.

Haberstroh, S., Parr, G., Bradley, L., Morgan-Fleming, B., & Gee, R. (2021). Facilitating online counseling: Perspectives from counselors in training. Journal of Counseling Practice, 12(1), 45–61.

Hasanah, Z., Sugiyo, S., & Sunawan, S. (2024). The effect of readiness for change and digital mindset on school counselors’ intention to use technology through digital competence. Jurnal Bimbingan Konseling, 13(1), 104–109.

Karneli, Y., Hakim, F. A., & Mudjiran. (2024). Memahami kesiapan konselor dalam pemberian layanan konseling kepada klien. Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(2), 1–10.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.

Livingstone, S., & Third, A. (2017). Children and young people's rights in the digital age: An emerging agenda. New Media & Society, 19(5), 657–670. https://doi.org/10.1177/1461444816686318

McCrindle, M. (2020). Understanding generation alpha. McCrindle Research Pty Ltd.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://doi.org/10.1108/10748120110424816

Prihatiningsih, R., Simon, I. M., Setyowati, A. J., & Apriani, R. (2022). Pelatihan konselor kreator untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling berbasis digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 1–8.

Redecker, C. (2017). European framework for the digital competence of educators (DigCompEdu). Publications Office of the European Union.

Richards, D., & Viganó, N. (2013). Online counseling: A narrative and critical review of the literature. Journal of Clinical Psychology, 69(9), 994–1011. https://doi.org/10.1002/jclp.21974

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.

Susilo, A. T. (2022). Smart media: Alternatif pelayanan bimbingan dan konseling berbasis online. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 11(1), 1–10.

Turner, A. (2015). Generation Z: Technology and social interest. The Journal of Individual Psychology, 71(2), 103–113. https://doi.org/10.1353/jip.2015.0021

UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills for indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.

Voogt, J., & Roblin, N. P. (2012). A comparative analysis of international frameworks for 21st century competences. Journal of Curriculum Studies, 44(3), 299–321. https://doi.org/10.1080/00220272.2012.668938

Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXING

 

 

Creative Commons License

 

Jurnal Tarbiyah by UIN Sumatera Utara Medan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/ami.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/ami/about/submissions#copyrightNotice.


Sekretariat: Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371