EKSISTENSIALISME DALAM PENDIDIKAN DASAR

Nanda Andriani, Riska Arila, Listi Khairani Pohan, Nurdiana Ulfah

Abstract


Eksistensialisme adalah filsafat dan akar metodologi berasal dari metode fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938). Sikun Pribadi berpendapat bahwa eksistensialisme sangat berhubungan dengan pendidikan. Ini dikarenakan bahwa pusat pembicaraan eksistensialisme adalah keberadaan manusia sedangkan pendidikan hanya dilakukan oleh manusia. Tujuan pendidikan adalah untuk mendorong setiap individu agar mampu mengembangkan semua potensinya untuk pemenuhan diri. Implikasi filsafat eksistensialisme dalam pendidikan adalah memberikan bekal pengalaman yang luas dan komprehensif dalam semua bentuk kehidupan. Dan tujuan pendidikan eksistensial adalah kebebasan manusia. Dalam upaya menekankan subjektivitas individu, guru eksistensialis harus mampu menumbuhkan semangat disiplin diri dan tanggung jawab pada siswanya. Dan untuk membuat pilihan pribadi yang bermakna, hanya siswa yang dapat mendefinisikan diri mereka sendiri. Setiap orang bertanggung jawab atas pendidikan mereka sendiri dan tidak dapat didikte oleh guru dan sistem sekolah. Adapun peran guru dalam prefektif eksistensialisme adalah guru betugas untuk melindungi dan memelihara kebebasan akademik, dimana bisa saja guru pada hari ini, besok atau lusa menjadi murid. Para guru memberikan kebebasan terhadap siswa untuk memilih dan memberikan mereka pengalaman yang akan membantu mereka menemukan dari kehidupan mereka dan guru juga berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi diri. Sedangkan eksistensialisme memandang siswa akan lebih merasa dibebaskan dalam mengeksplorasi minat dan bakatnya dan peserta didik merasa senang dan bersemangat dalam aktivitas pembelajaran. Serta peserta didik akan lebih mengenal jati dirinya dan terarah mengenai potensi yang terdapat pada dalam diri mereka masing-masing. Dalam artikel ini menerapkan metode studi literatur. Siswa sekolah dasar hanya mengalami masa pra eksistensial namun terus dibentuk dengan pendidikan karakter berupa layanan bimbingan. Layananan instruksional dan konseling di sekolah dasar adalah layanan khusus yang diberikan kepada siswa agar dapat mencapai perkembangan yang optimal, mampu melaksanakan tugas perkembangangnya sebagaimana dimaksud.


Full Text:

PDF

References


Akinpelu, J.A. 1988. An Introduction to Philosophy of Education. London and Basingstoke: Mc Millan Publisher

Assya’bani, R. 2018. Pendidikan Berbasis Eksistensialis. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan: 1-18.

Herlina, U., & Hidayat, A. (2019). Pendekatan Eksistensial dalam Praktik Bimbingan dan Konseling. Indonesian Journal of Educational Counseling, 3(1), 1-10.

Gutek, Gerald Lee. 1974. Philosophical Alternatives in Education. Columbus Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company

Neolaka, Amos. 2017. Landasan Pendidikan. Depok: Kencana

Permadi, Yohannes Andik, dkk. 2021. Pengantar Pendidikan. IKAPI: Yayasan Kita Menulis

Rohmah, L. 2019. Eksistensialisme dalam Pendidikan. Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 5(1): 86-100.

Sadulloh, Uyoh. 2018. Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Ulum, Miftahul. 2021. Eksistensi Manusia Presfektif Pendidikan. Tasikmalaya: Edu Publisher

Wasilah, A. Chaedar Al. 2015. Pengantar Filsafat Bahasa dan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/mrs.v4i1.1208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

===========================================================================================================

  Flag Counter


LIPI ISSN REGISTERED NUMBER :

   ISSN (print) : 2656-2782          ISSN (online) : 2720-9806

 

INDEX BY :