PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA MTs NEGERI 3 LANGKAT

Muhammad Arif Hidayat

Abstract


The ability to think critically Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. Increased critical thinking skills Jurisprudence of students who learn with problembased learning models is better than the ability of students who study normally. The ability of reasoning Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. Improving the ability of reasoning Jurisprudence of students who learn with problem-based learning models is better than the ability of students who study normally. The attitude of students towards learning problem based learning models as well as questions of critical thinking and reasoning that is given is very positive. This learning makes students feel happy, interested, challenged, and can foster mutual respect and courage in communication. The teacher has a positive view of Jurisprudence with a problem based learning model. The teacher believes that this learning has the opportunity to be applied. However, the implementation requires optimal teacher preparation, especially in designing teaching materials in the form of student worksheets and the ability of heterogeneous group members, so that in each group there are students who can help other students. Keyword : Ability, Problem Based Learning, Reasoning, Critical Thinking

Full Text:

PDF

References


Amri, S. (2013). Pengembangan Dan Model Pembelajaran Dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka Karya.

Arends, R.I. (2017). Learning To Teach. 13th Edition. New York: McGraw Hill Companies, Inc.

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V, Jakarta: Rineka Cipta.

Bagaskara, S. (2016). Hubungan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Motivasi Belajar Akidah Akhlak Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa X Madrasah Aliyah Negeri 5 Jawa Tengah, Semarang: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Tesis tidak di terbitkan.

Bengkulu, N. (2017). Problem Based Learning. Bandung: Segitiga Ilmu.

Budiman, H. (2011). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Penalaran Siswa Melalui Pendekatan Berbasis Masalah, Semarang: Prosiding Seminar, FMIPA Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Dahar, R.W. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2002). Al Quran dan Terjemahannya. Semarang : PT. Karya Toha Putra.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Materi Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru dalam Penyusunan dan Penggunaan Alat Evaluasi, Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Direktorat Pendidikan Islam Pertama dan Menegah. (2016). Hasil Nilai Ujian Nasional Tingkat Tsnawiyah dan Aliyah Indonesia. Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia.

Djaya, A.T. (2015). Model Pembelajaran Dalam Ruang Lingkup Praktik Ajar. Bandung: Intan Press.

Drajat, A.T. (2016). Model Pembelajaran. Jakarta: PT. Usaha Karya Sentosa.

Fachrurazi. (2011). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edisi Khusus, No. 1, Agustus.

Feldmann, M.B. (2002). Creatif Thinking Project. EDU658. [Online]. Lihat juga Pehkonen, E (1997). “Fostering Learning Creativity”. International Review on Learning Education. 29 (3) [Online].

Fogarty, R. (1997). Problem-Based Learning and Other Curriculum Models for the Multiple Intelligences Classroom. Melbourne: Vic. Hawker Brownlow Education.

Fraenkel, J.R. dan Wallen, N.E. (1990). How to Design and Evaluate Research in Education, USA: Mc Graw-Hill Publishing Company.

Hapsari, P.A. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik, Semarang: Insan Cita Persada.

Hudoyo, H. (1990). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Depdikbud.

Ibrahim, M. (2017). Problem Based Learning. Semarang: Persada Insan.

Khairi, A. (2015a). Evaluasi Proses Pembelajaran MI, MTs, dan MA, Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Khairi, A. (2016). Langkah-Langkah Pembelajaran (Teori dan Praktik). Jakarta: CV Offset Printing.

Kumala, D. (2015b). Pendidikan Dalam Perkembangannya. Jakarta: Samudera Ilmu.

Kuswana, W.S. (2011). Taksonomi Berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Lambertus. (2009). Pentingnya Melatih Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran di SMP. Jurnal Forum Kependidikan, Vol. 28, No. 2, Maret.

Liberna, H. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penggunaan Metode Improve. Jurnal Formatif, Vol. 2, No. 3.

Meltzer, D.E. (2002). The Relationship Between Preparation and Conceptual Learning Gain in Learning: A Possible “Hidden Variable” in Diagnostics Pretest Scores. Dalam American Journal of Learning. [Online].

Munandar, S.C.U. (1977). Creativity and Education. Disertasi Doktor, Universitas Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nofisaky. (2016a). Evaluasi Pembelajaran : Teori dan Praktik, Bandung: Azalea.

Nofisaky. (2016b). Metodologi Penelitian : Kuantitatif, Kualitatif, Tindakan Kelas, Pengembangan, dan Gabungan, Jakarta: Angkasa Raya Press.

Nofisaky. (2016c). Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jakarta: Cipta Insani.

Nofisaky. (2016d). Teori Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Mutiara Hati.

Pusat Kurikulum Kementrian Agama Republik Indonesia. (2016). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kementrian Agama Republik Indonesia.

Putra, D. (2017). Pembelajaran Berbasis Masalah (Teori dan Praktik). Jakarta: CV. Tabir Cahaya Ilmu.

Ratnaningsih, N. (2003). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Siswa Sekolah Menengah Umum Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah (Studi Eksperimen pada Siswa SMUN 1 Tasikmalaya), Tesis pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati: Tidak diterbitkan.

Renata. (2016). Evaluasi Pembelajaran PAI, Jakarta: Mutiara Press.

Ruseffendi, E.T. (1991). Pengajaran Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya Dalam Pengajaran Untuk Meingkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Ruseffendi, E.T. (1998a). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non Eksakta Lainnya, Semarang: IKIP Semarang Press.

Ruseffendi, E.T. (1998b). Statistika Dasar Untuk Penelitian Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung Press.

Rusmono. (2015). Strategi Pembelajaran Dengan Problem Based Learning Itu Perlu Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sabiq, M. (2017). Psikologi Belajar. Jakarta: Center Quantum.

Said, H. (2016). Pendidikan Agama Islam Dalam Era Globalisasi. Jakarta: Bumi Ilmu.

Sanjaya, H. (2017). Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jakarta: Insan Kalam Press.

Sari, P. A. K. (2016). Teori Pembelajaran Berbasis Masalah Bagi Para Guru. Bogor: Indra Kasih Mulia.

Sari, U. (2016). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dan Lingkungan Belajar Fikih Terhadap Kemampuan Penalaran dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Jakarta, Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Disertasi tidak di terbitkan.

Setiawan, Y. (2004). Meningkatkan Penalaran Logika dan Pemahaman Siswa SMPN Cisolok Melalui Pembelajaran dalam Kelompok Kecil dengan Teknik Probing. Tesis Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. Bandung: Tidak dipublikasikan.

Soedjadi, R. (2015). Kiat Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Islam.

Soekadijo, R.G. (1999). Logika Dasar. Jakarta: Gremedia.

Somakim. (2011). Peningkatan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Menengah Pertama Dengan Penggunaan Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Forum Pendidikan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Vol. 14 No. 1, Januari.

Sudjana. (2011). Metoda Statistika, Edisi Revisi Ke VI, Bandung: Tarsito.

Sudrajat, T. (2016). Model dan Metode Pembelajaran (Teori dan Praktik). Bandung: Paper Press.

Sumarmo, U. (1987). Kemampuan Pemahaman dan Penalaran dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur Proses Belajar Mengajar. Disertasi Doktor PPs Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Sumarmo, U. (2005). Pembelajaran Untuk Mendukung Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2002 Sekolah Menengah. Bandung: Makalah Seminar. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Surya, M. (2016). Psikologi Pendidikan Islam. Bandung: Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP Universitas Islam Sunan Gunung Djati.

Suzana, Y. (2003). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran SMP Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif. Tesis Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. Bandung: Tidak dipublikasikan.

Syah, A.S. (2016). Langkah Pembelajaran Yang Efektif. Bandung: Ganeca.

Syauky, A. (2015). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dan Minat Belajar Quran Hadis Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Jawa Barat T.A. 2014/2015, Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Tesis tidak di terbitkan.

The National Council of Teacher of Education (1989). Curriculum and Evaluation Standarts for School Learning. Reston, VA:NTCE.

Turmudzi. (2016). Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Wahyu, A. A. (2016). Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jakarta: Serat Sentini Press.

Wardoyo, S. M. (2013). Pembelajaran Berbasis Riset. Jakarta: Akamedia Permata.

Widdiharto, R. (2015). Model-Model Pembelajaran Tingkat SMP. Yogyakarta: Dirjan Pendidikan Dasar dan Menengah Yogyakarta.

Yamin, M. (2013). Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Referensi.

Yusuf, T. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Dan Proses Pembelajaran. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/taz.v10i2.1220

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Muhammad Arif Hidayat

Creative Commons License

Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Jl. Williem Iskandar Pasar V, Medan Estate.