Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Era Disrupsi

Abdul Rohman

Abstract


Literasi merupakan kemampuan untuk mengolah dan memahami informasi ketika melakukan aktivitas membaca dan menulis. Peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang sangat luas melalui kegiatan literasi karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan literasi di sekolah dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber referensi, menerapkan strategi literasi dalam proses belajar, dan mengkombinasikan strategi literasi dengan kegiatan pemecahan masalah. Literasi dan berpikir kritis sangat penting bagi peserta didik, khususnya di era disrupsi yang mengalami perkembangan IPTEK sangat pesat. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan implementasi budaya literasi di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualititaf pendekatan studi literatur atau studi kepustakaan. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara meninjau literatur yang berkaitan dengan objek penelitian, seperti: buku, majalah, koran, laporan hasil penelitian, jurnal, dan lain-lain. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) budaya literasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Semakin tinggi kemampuan literasi peserta didik, maka akan semakin tinggi juga tingkat kekritisan peserta didik tersebut; dan (2) implementasi budaya literasi dalam proses pembelajaran dilakukan dengan delapan tahapan yaitu: pemantauan pemahaman teks, penggunaan literasi multimoda, instruksi jelas dan eksplisit, pemanfaatan alat bantu, respon terhadap berbagai jenis pertanyaan, membuat pertanyaan, proses literasi (analisis, sintesis, dan evaluasi), dan meringkas isi teks.

Full Text:

PDF

References


Danarkusumo, Didi. 2015. “Minat Baca Masyarakat Indonesia.” 27 Maret.

Jauharotialfin. 2018. “MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DALAMPEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENGHADAPI ERAREVOLUSI INDUSTRI 4.0.” PENTAS:Jurnalilmiahpendidikanbahasadansastraindonesia 4(2).

Jawa Pos. 2018. “Hadapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Buat Lima Kompetensi.” Jawa Pos.

Kemendikbud. 2016. “Panduan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Menengah Atas. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.”

Khairuddin, Zurina. 2013. “A Study Of Students’ Reading Interests In A Second Language.” International Education Studies 06(11).

Kharizmi, Muhammad. 2015. “Kesulitan Siswa Sekolah Dasar Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi.” JUPENDAS 2(2):11–21.

Maharani, Esthi. 2015. “Orang Indonesia Lebih Suka Mendengar Dan Ngobrol Daripada Membaca.” Republika.Co.Id. Diambil 30 Januari 2022 (Https://Www.Republika.Co.Id/Berita/Pendidikan/Eduaction/15/12/02/Nyqn2d335-Orang-Indonesia-Lebih-Suka-Mendengar-Dan-Ngobrol-Daripada-Membaca).

Makdori. 2019. “Tips Nadiem Makarim Untuk Tingkatkan Budaya Literas.” Liputan 6.

Malawi, Iet. Al. 2018. Pembaharuan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Jawa Timur: Ae Media Grafika.

Nurdiyanti, E., & Suryanto, E. 2010. “Pembelajaran Literasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar.” Paedagogia 13(02):115–28.

Oktariani, Evriani. 2020. “Peran Literasi Dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis.” Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan 1(1):23–33.

Padmadewi, N. N., & Artini, L. P. 2018. Literasi Di Sekolah Dari Teori Ke Praktik. Bali: Nilacakra.

Pradana, B. H., Fatimah, N., & Rochana, T. 2017. “Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Membentuk Habitus Literasi Siswa Di Sma Negeri 4 Magelang.” SOLIDARITY 06(02):167–79.

Republika. 2018. “‘Minat Baca Di Indonesia Disebut Masih Rendah’.” 20 Februari.

Rohman, S. 2017. “Membangun Budaya Membaca Pada Anak Melalui Program Gerakan Literasi Sekolah.” Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 4(1):151–74.

Rosdiana, Lilis Amaliah, Dadang Sunendar, Dan Vismaia S. Damaianti. 2021. “Tingkat Literasi Membaca Anak Selama Pembelajaran Daring Saat Pandemi Covid-19.” Alinea: Jurnal Bahasa Sastra Dan Pengajaran 10(2):161–68. Doi: 10.35194/Alinea.V10i2.1420.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitattif Dan Rnd. Bandung: Alfabeta.

Zuriana, Armia Dan. 2017. “‘Pentingnya Literasi Untuk Pendidikan Anak Usia Dini’.” Langgam Bahasa 11(2):161–67.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/eunoia.v2i1.1318

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.